Tampomas Terbakar, Akibat Ulah Orang Pencari Madu Odeng

Sumedang, TiNewss.com – Sekitar 45 Ha hutan lindung yang dikuasai oleh KPH Perhutani di Gunung Tampomas, sejak senin (21/10/2019) telah terjadi kebakaran. Hal ini dibenarkan oleh Asep Setiawan, Administratur Perhutani KPH Sumedang.

“Betul telah terjadi kebakaran, pada senin sekitar pukul 12:30 (21/10/2019). Informasi awal kejadian kebakaran dari petugas patroli,” jelas Asep.

Menurut Asep, sesuai laporan yang diterima, penyebab kebakaran adalah akibat ulah orang tidak bertanggungjawab. “Kemungkinan ulah dari pencari madu odeng,” terang Asep.

Adapaun hutan dan lahan yang terbakar berada pada Petak/blok 9b, 10h,9d,9e RPH Tanjungkerta BKPH Tampomas masuk dalam wilayah administratif pemerintahan Dusun/Kampung Cibueuk Desa Padasari Kecamatan Cimalaka Kabupaten.Sumedang .

Jenis tanaman pinus tahun tanam 1998, 1999, 1974, Kelas hutan HL, berfungsi sebagai Hutan Lindung.

Kronologis kejadian adalah ketika petugas patroli melakukan monitoring Sadapan di petak 9b terlihat kepulan api. Pihak petugas Perhutani, mendekati sumber api dan berusaha memadamkan.

Namun, angin cukup Kencang sehingga menyebar Ke petak yang lain. Perhutani bersama- sama jajaran Polsek Cimalaka, Koramil Cimalaka, Yonif 301, BPBD Sumedang, Tagana, Mapala Unsap, unsur masyarakat desa Padasari memadamkan api secara manual.

Taksiran Kerugian akibat kebakaran masih dalam perhitungan, dan kondisi terakhir sampai berita ini diturunkan (22/10/2019) pukul 22:45 api belum padam, petugas sementara tetap stand by, namun istirahat dan akan dilanjutkan esok pagi, mengingat lokasi yang sulit dan gelap.

Langkah-langkah penanggulangan yang sudah dilakukan adalah Konsolidasi petugas di lapangan. Meminta bantuan mobil pemadam kabupaten sumedang, minta bantuan dari polsek Cimalaka, bantuan dari Satgasdalkar dan LMDH, juga Anggota Polhut.

“Kami juga koordinasi dengan Bupati Sumedang, Sekda, Kapolres, Dandim 0610, BPBD, dan Pemadam Kebakaran,” jelas Asep.

Langkah lain yang sudab dilakukan adalah membuat ilaran/sekat bakar dan memadamkan langsung ke titik api secara manual.

Jumlah personil pemadaman yang terlibat 66 Orang, dengan peralatan pemadaman yang digunakan, seperti Gepyokan, Ranting, Seprayer. Mobil Pemadam Kebakaran Pemda Sumedang.

“Saat ini kebakaran masih terjadi, dan tidak dimungkinkan pemadaman manual karena faktor keselamatan. Menghubungi pihak terkait utk dilakukan pemadaman melalui water bombing,” terangnya. (Rauf Nuryama) ***

%d blogger menyukai ini: