Terkait Corona, Benarkah Surabaya Sudah Seperti Wuhan?

Foto: ilustrasi

Sumedang, TiNewss.com – Sungguh mengejutkan, Surabaya Raya kini menyumbang 65 persen total terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Jawa Timur. Surabaya bisa jadi Wuhan kalau warganya tidak disiplin.

Demikian disampaikan Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi, Rabu (27/5/2020).

“65 persen Covid ada di Surabaya Raya. Ini tidak main-main, Surabaya bisa jadi Wuhan kalau warganya tidak disiplin,” kata Joni, Rabu

Tercatat 3 kota yang menjadi bagian sari Surabaya Raya, yakni Surabaya sendiri, Sidoarjo dan Gresik.

Berdasarkan data, jumlah kasus yang ada di Jawa Timur hingga Rabu (27/5/2020) sebanyak 4.112 kasus, dan Kota Surabaya menyumbang 2.216 kasus. Sedangkan Sidoarjo menyumbang 565 Kasus dan Gresik menyumbang 153 kasus. Namun ketika kami totalkan jumlah kasus ini sebanyak 2.934 atau sekitar 71,35% dari total populasi Covid-19 di Jawa Timur, bukan 65%.

Adapun jumlah terkonfirmasi terbaru di Jawa Timur berdasarkan sumber dari covid19.go.id, jumlah kasus di Jawa Timur saat ini (29/5/2020) sebanyak 4.142 kasus. Dimana dari jumlah tersebut, 2.059 berjenis kelamin laki-laki dan 2.067 perempuan.

Sedangkan berdasarkan kelompok umur, adalah sebagai berikut:

  • 0-5 tahun : 69 orang
  • 6-17 tahun : 210 orang
  • 18-30 tahun : 646 orang
  • 31-45 tahun : 1,070 orang
  • 46-59 tahun : 1,294 orang
  • ≥ 60 tahun : 727 orang
  • dan ada 126 orang tidak terdata usianya

Sedangkan angka refroduksi atau rate of transmission (tingkat penularan mencapai 1.6. Artinya, jika ada 10 orang positif Covid-19, dalam sepekan akan bertambah menjadi 16 orang.

“Mutlak untuk disiplin, disiplin memakai masker, disiplin physical distancing, disiplin cuci tangan, disiplin hidup sehat,” ujar Joni.

Di kutip dari grid.id, Joni mengaku prihatin banyak pasar di Surabaya yang tidak menjalankan physical distancing.

“Terus terang saya menangis melihat pasar-pasar di Surabaya. Saya bandingkan dengan keadaan di rumah sakit,” jelasnya.

Maka itu, Joni mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus untuk menurunkan rate of transmission (tingkat penularan) Covid-19. Dan yang lebih parah, adalah Case Fatality Rate (CFR) atau tingkat kematian di Jatim. Menurut Joni, sudah mencapai rasio CFR sebesar 10 persen. jumlah ini lebih besar dibanding rata-rata nasional yakni sebesar 6.1%.

Berdasarkan data tersebut, seorang Efidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, menyatakan bahwa jumlah kasus di Surabaya masih lebih rendah dibandingkan dengan di Kota Wuhan China.

“Angka reproduksi atau RO di Surabaya masih sebesar 1,6 sedangkan di Wuhan mencapai 3-5,” terangnya.

Namun demikian, sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com, Dicky menjelaskan bahwa Surabaya dalam posisi tidak aman, karena jumlah kasus terus mengalami peningkatan dibanding daerah lain.

Dicky menjelaskan R0 merupakan angka reproduksi suatu penyakit menular. Semakin tinggi angkanya, penyakit tersebut akan semakin menular.

“R0 yang terkendali adalah yang mendekati nol,” ujar Dicky. (Rauf Nuryama)***

Hits: 79