Ulasan Lengkap: Perkembangan Covid-19 Per 21 Mei Di Sumedang

Sumedang, TiNewss.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, memberikan informasi terbaru perkembangannya per hari ini 21 Mei 2020.

 

Perkembangan yang disampaikan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas terdiri dari Informasi seputar Jumlah Pasien Covid-19, PDP, ODP, ODR, dan OTG. Selain itu, disampaikan pula tentang informasi hari ini dari check point di perbatasan Sumedang, Program Bantuan Sosial, dan transfaransi anggaran.

 

“Terkait situasi terkini dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang, pada hari Kamis (21/5/2020) masih perlu lebih diwaspadai,” jelas Dr. Iwa Kuswaeri, yang menjadi juru bicara pada Jumpa Pers di Gedung IPP Sumedang, (21/5/2020).

Perkembangan Jumlah Pasien Covid-19, PDP, ODP, OTG, ODR, dan ODR

Berdasarkan uji Polymerease Chain Reaction / SWAB, terdapat pasien positif Covid-19 sebanyak 12 orang. 10 Diantaranya masih dirawat dan 2 orang pasien sudah sehat dan kembali ke keluarganya. Ke-dua pasien yang sehat berasal dari Kecamatan Darmaraja dan Kecamatan Jatinangor.

 

Sedangkan 10 Pasien yang masih mendapatkan perawatan berasal dari 8 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang. Berikut adalah nama kecamatan dan jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang masih dalam perawatan:

  • Kecamatan Sumedang Selatan 1 orang
  • Kecamatan Jatinangor 2 orang
  • Kecamatan Cimanggung 1 orang
  • Kecamatan Buahdua 1 orang
  • Kecamatan Ujungjaya 2 orang
  • Kecamatan Tomo 1 orang
  • Kecamatan Ganeas 1 orang
  • Tanjungsari 1 orang

 

Iwa juga menjelaskan jumlah pasien yang dinyatakan reaktif rapid test yang dipilah menjadi ODP reaktif dan PDP reaktif.Untuk ODP Reaktif atau reaktif rapid test namun tidak bergejala sebanyak 3 orang, yang berasal dari Kecamatan Ujungjaya, Paseh dan Wado masing-masing 1 orang.

 

Sedangkan PDP reaktif rapid test atau reaktif rapid test dengan gejala klinis pneumonia atau comorbid penyakir tertentu berjumlah 4 orang yang berasal dari Sumedang Selatan, Cisitu, Situraja dan Tanjungmedar masing-masing 1 orang PDP.

 

“Sampai dengan hari ini, ada 64 orang yang reaktif rapid test. 54 diantaranya sudah selesai (sehat), 3 Meninggal dan 3 ODP serta 4 PDP,” kata Iwa.

 

Hasil rapid test yang reaktif, belum tentu terpapar atau terkonfirmasi Covid-19. Untuk membuktikannya dibutuhkan test melalui uji Polimerase Chain reaction/SWAB.

 

Kami, menurut Iwa, juga perlu menyampaikan informasi kepada masyarakat Sumedang bahwa Pasien yang meninggal dengan status reaktif, walaupun belum tentu positif Covid-19 akan dilakukan pemulasaraan dan pemakamannya dengan menggunakan protokol pemulasaraan Covid-19.

 

“Hal ini dilakukan untuk melindungi masyarakat terpapar Covid-19, bila ternyata jenazah yang bersangkutan postif Covid-19”, terang Iwa.

 

Sedangkan untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 953 orang. Dari jumlah itu 931 orang sudah selesai masa pemantaunya dan masih tersisa sebanyak 22 orang.

 

“Sehingga jumlah ODP baik yang reaktif rapid test maupun yang non reaktif rapid test, sejumlah 25 orang,” kata Iwa yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Kominfosanditik Kabupaten Sumedang.

 

Adapun jumlah OTG (Orang Tanpa gejala) mencapai 129 orang. OTG adalah orang yang tidak memliki gejala, namun pernah kontak erat dengan penderita Covid-19.

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang telah melakukan Rapid Test hingga 21 Mei 2020 sebanyak 3.088 orang, dan 85 orang rapid test ulang.

 

Selain Dinas Kesehatan, Rapid Test juga dilakukan oleh RSUD Kabupaten Sumedang. Hingga hari ini (21/5/2020) RSUD Sumedang melakukan Rapid Test kepada 1.263 orang dan rapid test ulang sebanyak 75 orang.

 

Iwa juga menyampaikan bahwa Tim Gugus Tugas telah melakukan rapid test masif sejak 28 April hinggal 21 Mei kepada 1.495 orang. Dimana hasilnya 1.467 orang negatif dan 28 diantaranya reaktif.

 

Selain itu, Tim Gugus tugs juga telah melakukan pendataan terhadap pemudik yang kemudian disebut dengan istilah ODR atau Orang sehat Dalam Resiko. Mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun.

 

“Hingga saat diumumkan hari ini, ada 2.251 orang yang terdata ODR. Ini naik sebanyak 5 orang dibanding dengan hari kemarin yang hanya 2.246 orang,” jelas Iwa.

Pelaksanaan PSBB Jilid 3

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Sumedang, telah memasuki PSBB tahap 3 atau PSBB Jilid 3 dan memasuki hari ke-2. PSBB Jilid 3 ini dimulai sejak tanggal 20 Mei 2020 hingga 10 hari ke depan atau 29 Mei 2020.

 

“Ini sebagai upaya memaksimalkan ikhtiar bagi Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk percepatan penanganan Covid-19,” tambah Iwa.

 

Menurutnya, PSBB di sumedang dianggap berhasil jika memenuhi 5 indikator yang harus dipenuhi. Ke-lima indikator tersebut adalah:

  1. Kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan;
  2. Jumlah kasus menurun/hilang dan ditemukannya peta persebaran covid-19 melalui tes masif dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) maupun Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR);
  3. Stabilnya ekonomi selama penerapan PSBB;
  4. Volume kendaraan dan pergerakan orang kurang dari 30 persen baik di pemukiman maupun di jalanan; dan
  5. Jaring Pengaman Sosial dijalankan dengan baik dan efektif.

 

Atas dasar hal tersebut, menurut Iwa, Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mengendalikan, mengatur dan membatasi pergerakan orang serta mendeteksi kemungkinan orang terpapar Covid-19. Objeknya adalah warga yang berada di Kabupaten Sumedang maupun yang keluar-masuk Kabupaten Sumedang.

 

Untuk melakukan hal tersebut, telah dibentuk Posko Check Point A dan Chek point gabungan yang difokuskan di perbatasan. Ini merupakan gabungan dari Chek Point B dan Chek point C di PSBB sebelumnya.

 

Hasil aktivitas hari ini (21/5/020) di Check point A, 73 Kendaraan dihentikan. 103 diantaranya diminta untuk putar balik, sedangkan 56 pengendara melakukan pelanggaran.

 

Sedangkan laporan dari Chek point gabungan sebanyak 18.094 kendaraan dihentikan, 652 kendaraan putar balik dan 372 kasus pelanggaran.

 

“Kami menghimbau bagi masyarakat Sumedang yang memiliki sanak famili di perantauan agar tidak mudik. Bagi tang tetap memaksa dan tanpa keterangan pendukung yang sesuai dengan peraturan akan dikarantina selama 14 hari di check point perbatasan,” tegas Iwa.

Transfaransi Anggaran PSBB

Dalam rangka transfaransi anggaran, Tim Gugus tugas juga menyampaikan informasi bahwa hari ini telah dicairkan insentif untuk tenaga medis.

 

“Alhamdulillah, insentif untuk tenaga kesehatan dan medis telah dapat di realisasikan,” terang Iwa.

 

Mereka yang berada di garda terdepan untuk melawan Covid-19 di Kabupaten Sumedang, setidaknya dapat bernafas lega.

 

Dana tersebut dibagi untuk RSUD dan Dinas Kesehatan. RSUD mendapatkan Rp 1,8 Milyar yang 80 persen diantaranya adalah untuk tenaga medis yang berkaitan langsung dengan penanganan Covid-19.

 

Sedangkan Dinas Kesehatan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 3,5 Milyar untuk 2 bulan yakni April dan Mei 2020. Dana ini diperuntukan bagi 35 UPTD Puskesmas, UPTD Labkesda, UPTD Gudang Farmasi, dan Dinas Kesehatan yang terkait dengan pandemi Covid-19.

 

“Semoga menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis untuk bekerja keras dan berjuang guna memutus mata rantai Covid-19,” terang Iwa.

Penyaluran Bantuan Sosial

Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) di kabupaten Sumedang dilakukan melalui 2 program besar Bantuan Sosial. Pertama bantuan sosial berbasais DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan Non DTKS.

 

Untuk warga yang mendpatkan bansos dari sumber Non DTKS, anggarannya bersumber dari 4 pintu. Pertama dari anggaran Dana Desa (DD), kedua dari APBD Kabupaten Sumedang, Ketiga dari Bansos Provinsi Jawa Barat dan keempat dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial.

 

Hingga hari ini (21/5/2020) jumlah Bansos dengan dana bersumber dari APBD Kabupaten Sumedang berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) telah dicairkan sebanyak 15.000 KK melalui Bank Sumedang.

 

“Dari total 15.000 KK, progresnya sudah mencapai 98.33 persen atau sebanyak 14.750 KK dengan nilai Rp 7.375.000.000 telah diterima masyarakat Sumedang yang berhak,” jelas Iwa.

Call Center Covid-19 Sumedang

Dalam rangka memudahkan dan melayani kebutuhan informasi dan pengaduan terkait Covid-19, Tim gugus tugas telah merilis beberapa saluran.

 

  • Call Centre PSC 119
  • Website https//covid19.sumedangkab.go.id
  • Sumedang Simpati Quick Response (SSQR) melalui WhatsApp ke 08112100133
  • http://mauneh.sumedangkab.go.id.

Lebaran Tahun 2020

Pemerintah Kabupaten Sumedang telah membuat pengumuman bahwa Idul Fitri 1141 H/2020 M, masih dalam suasana PSBB Jilid 3. Diperlukan komitmen dan kedisiplinan serta kerjasama dari semua warga Sumedang.

 

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, untuk seluruh wilayah di Kabupaten Sumedang tidak ada Shalat Idul fitri di Lapangan, Masjid maupun Mushola.

 

Shalat idul fitri agar dilakukan di rumah saja. Hal ini sesuai dengan Fatwa MUI No 28 tahun 2020, serta berdasarkan kajian ahli yang kredibel dan Insyaa Allah amanah, Shalat Idul Fitri dilakukan secara berjamaah di Rumah atau Shalat sendiri-sendiri.

 

“Silaturahmi juga dilakukan secara online dengan menggunakan teknologi informasi sebagai solusi terbaik untuk kita bersama,” tutur Iwa. (Rauf Nuryama)***