Update Corona Sumedang 31 Maret 2020 : Positif Covid-19 Bertambah dan Karantina 7 Wilayah

Kondisi Terkini Corona Sumedang

Sumedang, TiNewss.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang menyampaikan data terbaru (update) tentang kasus Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), per 31 Maret 2020. Ada penambahan Postif Covid-19 yang berasal dari Kecamatan paseh.

Demikian disampaikan Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, di Gdeung Negara Sumedang, Selasa (31/3).

“Ada satu penambahan dari Kecamatan Paseh setelah di cek melalui rapid test, namun hasil rapid test tersebut akan dikonfirmasi kembali melalui test swab sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Bupati.

Dengan tambahan positif 1 orang, kini sudah ada 2 orang yang positif Covid-19 di Kabupaten Sumedang. “Jadi, kondisinya Sumedang saat ini, satu positif yang sedang isolasi dan satu lagi positif hasil rapid test, nanti saat di test swab mudah-mudahan hasilnya jadi negatif,” sebutnya.

Sedangkan jumlah PDP terkonfirmasi sebanyak 8 orang, dan PDP sebanyak 1.962 yang terdiri dari ODP Beresiko sebanyak 1.702 orang dan ODP Bergejala sebanyak 260 orang.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Karantina Wilayah

Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid -19 di Kabupaten Sumedang, Bupati Dony juga mengambil Kebijakan melakukan Karantina Wilayah. “Ada 7 wilayah, yang saat ini dilakukan karantina wilayah,” katanya.

Adapun ke-tujuh wilayah tersebut adalah:

  1. Pangkalan Damri Kecamatan Jatinangor,
  2. Parakanmuncang Kecamatan Cimanggung,
  3. Cikaramas Kecamatan Tanjungmedar,
  4. Gendereh Kecamatan Buahdua,
  5. Tolengas Kecamatan Tomo,
  6. Cibuluh Kecamatan Ujungjaya dan
  7. Cilengkrang Kecamatan Wado.

“Itu akan dilakukan mulai besok sampai dengan 14 hari kedepannya,” sebutnya.

Hasil Rapid Test

  1. Klaster Karawang (HIPMI) 21 orang, yang berdasarkan hasil test semuanya negatif;
  2. Kontak Erat (kontak dengan pasien positif) 17 orang, yang berdasarkan hasil test semuanya negatif;
  3. PDP dua (2) orang, yang berdasarkan hasil test semuanya negatif;
  4. Tenaga Kesehatan 45 orang, yang berdasarkan hasil test semuanya negatif;
  5. ODP bergejala enam puluh tiga (63) orang, petugas PSC 119 enam belas (16) orang, total rapid tes hari ini tujuh puluh Sembilan (79) dengan hasil negative.
Video Conference atau Rapat Online antara Bupati, Wakil Bupati dan Sekda di Gedung Negara didampingi Kadis Kominfosanditik dan Kabag Humas, dengan Pimpinan OPD se Kabupaten Sumedang. (31/3/2020)

Pemerintah Lakukan Rapat Online

Selanjutnya, dalam rangka akselerasi pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang, hari ini, Selasa, 31 Maret 2020 telah dilaksanakan meeting online bersama para Kepala SKPD dan Camat yang menghasilkan beberapa kesimpulan diantaranya sebagai berikut :

  • Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang akan menjadi Relawan dan informatif di lingkungan tempat kerja serta wilayah tempat tinggalnya masing-masing dalam hal memberikan contoh kepada masyarakat tentang Physical Distancing menghindari kerumunan dan menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Namun sebelumnya, para ASN ini akan dipahamkan terlebih dahulu mengenai protokol kesehatan yang disampaikan oleh Kepala SKPD masing-masing;
  • Dalam hal pelaksanaan karantina wilayah secara parsial, petugas dari Dinas Perhubungan yang bersinergi dengan TNI/POLRI, Sub.Denpom, Dinkes, Camat dan warga masyarakat akan melakukan sweeping dengan menjaga setiap perbatasan pintu masuk ke wilayah Kabupaten Sumedang. Untuk itu akan didirikan juga beberapa posko penjagaan yaitu di wilayah Jatinangor, Cikaramas-Tanjungmedar, Cikamurang-Ujungjaya dan Tomo tanggal 1 sampai dengan 14 April 2020 mulai pukul 24.00 WIB selama 24 jam, dan dibagi ke dalam tiga shift petugas jaga;
  • Patroli Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepolisian termasuk anggota SatPolPP di Kecamatan lebih dimasifkan yang akan intens memecah kerumuman agar masyarakat kembali ke rumah masing-masing. Setiap ada kerumunan akan dibubarkan, terutama dalam hal menjaga ODP di tiap kecamatan agar tidak keluar rumah;
  • Para petugas kebersihan khususnya petugas persampahan agar dibekali dengan pengetahuan tentang protokol kesehatan, dan akan diberikan insentif serta suplemen vitamin serta penggunaan APD seperti masker dan sarung tangan saat menjalankan tugas;
  • Waktu penutupan operasional bagi dunia usaha akan dilakukan perpanjangan, dan terkait hal ini akan dilakukan inspeksi ke setiap perusahaan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang;
  • Penutupan tempat-tempat sarana olah raga seperti Gedung Futsal dan Bulu tangkis, tempat-tempat wisata serta penutupan terhadap tujuh tempat karaoke di wilayah Kabupaten Sumedang;
  • Terkait dengan pajak bagi para pengusaha, secepatnya akan dilakukan deregulasi untuk diberikan relaksasi atas pajak melalui Bappenda, sehingga para pengusaha akan mendapatkan kepastian positif dari pemerintah terkait pemberlakuan physical distancing di perusahaannya; dan
  • Imbauan kepada seluruh ASN di Kabupaten Sumedang untuk berdonasi dimulai pada bulan April 2020 guna penanganan dampak penyebaran COVID-19 yang dikoordinir oleh Kepala SKPD masing-masing untuk selanjutnya diserahkan ke BAZNAS Kabupaten Sumedang.

Pengaruh Covid-19 Terhadap Pertanian Sumedang

Sementara itu, situasi Pandemi COVID-19 tidak berpengaruh negative terhadap petani untuk terus mengelola usaha tani guna menghasilkan bahan pangan. Hal itu terlihat sepanjang bulan Maret 2020, telah terpanen padi pada areal seluas 7.616 hektare dengan total produksi mencapai 48.910 ton, yang rata-rata harga gabah di tingkat petani saat ini Rp 5.300/kg gabah kering panen.

Selain padi, pada bulan yang sama, petani juga telah memanen jagung pada areal seluas 6,371 hektare dengan total produksi 44.208 ton.

Selanjutnya, selain komoditi utama padi dan jagung, di daerah sentra sayuran, para petani Sumedang juga mulai menanam sayuran dan sebagai contoh di kelompok tani Beringin Desa Cimanggung pada bulan Maret telah dipanen tiga hektare bawang merah dan di kelompok tani Mekarwangi Desa Sukasarijuga telah dipanen bawang merah di areal seluas dua hektare.

Adapun bantuan benih padi dari pemerintah adalah sebanyak 100 ton untuk areal seluas 4.000 hektare, bantuan benih jagung hybrid 69 ton yang akan ditanam bulan April pada areal 4.600 hektare, dan bagi petani yang akan menanam jagung pada bulan September 2020.

Kemeterian Pertanian telah menyiapkan benih jagung sebanyak 111 ton untuk areal seluas 7.400 hektare. Terakhir, bagi para petani yang menemukan kesulitan di bidang pertanian dapat menghubungi call centre 0823 2186 5111 atau kantor UPTD Pertanian/BPP terdekat yang siap melayani. (Rauf Nuryama)***