Update Corona Sumedang 9 April 2020: Jumlah ODP Menurun Tajam, Pasien Positif Tidak Ada Perkembangan

Sumedang, TiNewss.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang mengumumkan untuk pertama kalinya terjadi penurunan jumlah ODP yang cukup signifikan. Yakni hanya tersisa 249 orang dari 677 telah selesai melalui masa pemantauan sebanyak 428 orang.

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Sumedang, Teddy Mulyono pada saat menyampaikan Jumpa Pers secara online dari Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Kamis 9 April 2020.

“Jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP sebanyak 249 orang, dari sebelumnya 677 orang. DImana 428 orang diantaranya telah selesai menjalani masa pemantauan,” terang Teddy yang juga Asisten Pemerintahan pada Setda Kabupaten Sumedang.

Untuk Pasien dengan Positif Covid-19, sebanyak 2 orang hasil test SWAB dan positif hasil test Rapid sebanyak 17 orang. “Ke-17 orang yang positif rapid test, sedang menunggu proses test berikutnya yaitu SWAB, semoga menjadi negatif,” terang Teddy.

Sedangkan Jumlah orang dalam resiko atau ODR per hari Kamis (9/4/2020) pukul 15:00 masih sebanyak 15.663 orang. ODR pun mengalami penurunan sebanyak 788 orang. “Jumlah penurunan ODR terjadi di Kecamatan Jatinunggal, Wado, Cisitu, Ganeas dan paseh,” katanya.

Namun demikian, menurut Teddy masih terjadi kenaikan jumlah ODR di Kecamatan Pamulihan, Rancakalong dan Tanjungkerta.

Dan Orang Tanpa Gejala sebanyak 67 Orang.

SE Bupati No 443/2192/Um

Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, menyampaikan SE terbaru yakni No 443/2192/Um tanggal 7 April 2020 menyusul SE sebelumnya yakni No 443/2016/Um tanggal 27 Maret 2020 perihal Optimalisasi pencegahan Penyebaran Cobid-19 pada Satuan Pendidikan.

Berdasarkan Surat Edaran Bupati tersebut, Belajar Mengajar yang dilakukan di Rumah, seharusnya berakhir 11 April kini diperpanjang hinggal 25 April 2020.

Sedangkan terkait pelaksanaan kebijakan bekerja dari rumah atau Flexible Working Arrangement/FWA yang semula dilaksanakan mulai tanggal 18 Maret sampai dengan 14 April 2020, pelaksanaannya diperpanjang menjadi sampai dengan 21 April 2020. (Rauf Nuryama)