Update Terbaru Corona Sumedang 23 Maret 2020: Positif 1, PDP 1, ODP 1.833 Orang

Sumedang, TiNewss.com – Situasi dan kondisi serta perkembangan Covid-19 di Sumedang semakin serius. Jika satu hari sebelumnya Orang Dalam Pemantauan (ODP) hanya sebanyak 986 orang, per hari ini menjadi 1.833 orang. Jumlah ini teridentfikasi 1.807 ODP yang tidak menunjukan gejala, dan 26 ODP ada gejala. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan masih 1 orang, termasuk yang positif Covid-19 juga 1 orang.

Demikian disampaikan Pemerintah Kabupaten Sumedang, melalui juru bicara Pemerintah Dr Dr Aceng Solahudin yang juga Direktur RSUD Sumedang, di damping Kepala bagian Humas dan Protokol Asep Tatang Sudjana. Perwakilan dari Diskominfo dan Polres Sumedang pada hari Senin Sore (23/03/2020)

Khusus untuk Pasien yang Positif Covid 19, adalah seorang laki-laki yang terpapar Covid-19 di Bandung. Berdomisili di Kecamatan Sumedang Selatan Pasien saat ini sedang dalam posisi di Isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang. “Kelihatan secara kasat mata pasien seperti orang sehat dan tidak menunjukan gejala sakit, namun berdasarkan hasil tes Covid-19 ternyata positif,” kata Direktur RSUD Aceng Solahudin.

Jumpa Pers Terkait Perkembangan Kasus Corona Kab Sumedang 23 Maret 2020

Menurut Aceng, Kita berperang melawan sesuatu yang tidak kelihatan secara kasat mata. orang kelihatannya sehat, bisa jadi dia positif. “Bahkan bisa saja, diantara kita adalah carrier,” kata Direktur sambil mengingatkan agar kita waspada, namun tidak perlu panik.

Sedangkan untuk ODP terdiri dari 2 katagori, yaitu ODP Beresiko yaitu orang yang datang dari wilayah terkonfirmasi covid-19 tapi tidak ada gejala yaitu sebanyak 1.807 orang. Dan ODP Bergejala, yaitu orang yang datang dari wilayah terkonfirmasi covid-19 serta ada gejala sebanyak 26 orang. Sehingga total ODP menjadi 1.833 dari sehari sebelumnya hanya 986 atau naik 86%.

Lonjakan ODP Beresiko terjadi karena teridentifikasi adanya warga di beberapa kecamatan yang migrasi dari Jakarta. “Mereka adalah warga Sumedang, namun memiliki mata pencaharian di Jakarta. Nah Sekarang mereka pada mudik,” kata Aceng

Berikut ada 8 Kecamatan dengan angka terbanyak ODP nya, yaitu Kecamatan Cisarua, Kecamatan Cibugel, Kecamatan Jatinunggal, Kecamatan Ujungjaya, Kecamatan Tomo, Kecamatan Wado, Kecamatan jatigede, dan Kecamatan paseh.

“Mereka diminta untuk melakukan pemantauan mandiri, dengan membatasi interaksi sosial selama 14 hari. Namun apabila ada keluhan batuk, demam, sakit tenggorokan untuk segera berkunjung ke fasilitas kesehatan terdekat,” terangnya.

Test Covid-19

Hasil teleconference dengan Gubernur Jawa Barat H. M. Ridwan Kamil yang dilaksanakan tadi pagi, akan dilakukan Tes Masiv Covid-19 di seluruh wilayah di Jawa Barat termasuk di wilayah Kabupaten Sumedang.

Pelaksanaan Tes Masiv Covid-19 ini menurut Gubernur bukan untuk mengetes semua orang, akan tetapi tes secara uji petik untuk membuat peta sebaran di daerah masing-masing.

Tes Masiv Covid-19 ini terbagi dalam 3 kriteria, yaitu Kriteria A, B, dan C, dengan penjelasan per kriteria sebagai berikut :

  • Kriteria A, adalah tes yang dilakukan kepada yang memiliki resiko paling tinggi, seperti ODP, PDP, dan keluarga pasien/tetangga yang masuk 50 kontak terdekat, serta petugas kesehatan di RS yang sedang menangani Covid 19. Tes untuk kategori ini (Kategori A) dilakukan di Rumah Sakit atau door to door;
  • Kategori B adalah, kalangan profesional yang rawan terhadap interaksi sosial yang besar. Seperti, para Ulama, petugas kesehatan Puskesmas, TNI/POLRI, Babinkamtibmas, Babinsa, para Kepala Dinas, anggota DPRD, dan para pedagang pasar. Kategori ini akan melalui prosedur Drive Thru. Tes kategori ini (B) akan dilakukan di lapangan atau tempat parkir yang luas;
  • Kategori C yaitu, masyarakat yang mau diperiksa serta mempunyai gejala sakit. Kategori B dan C akan melaksanakan test secara Drive Thru melalui surat panggilan. Tes ini dilaksanakan hanya dengan durasi waktu 15 menit dan prioritas akan mendahulukan yang berada pada kategori A.

Berkaitan dengan pelaksanaan tes terhadap tiga kategori dimaksud, terlebih dahulu akan kita mendata dan mendaftarkar siapa-siapa saja yang berada di tiap kategorinya, yang disampaikan melalui aplikasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID 19 Jawa Barat), dan tes ini akan diprioritaskan untuk yang berada pada kategori A terlebih dahulu.

Selanjutnya, Pemda Kabupaten Sumedang juga telah bekerja sama dengan Universitas Padjajaran, melalui pembuatan sebuah aplikasi Self Assessment Reporting Covid-19 yang selanjutnya dikenal dengan aplikasi Amari Covid-19.

Amari Covid-19 adalah aplikasi mawas diri Covid 19, digunakan untuk identifikasi awal dan edukasi infeksi Covid 19 bagi masyarakat Sumedang.
Aplikasi ini bukan alat diagnosis penyakit Covid 19 atau pengganti layanan kesehatan oleh tenaga medis, tetapi untuk memberikan informasi dalam bentuk digital tentang upaya praktis pencegahan infeksi Covid 19 yang dapat menjangkau masyarakat luas dalam waktu cepat.

“Siang tadi, aplikasi ini diserahkan secara Virtual dalam Tele Conference dari Rektor UNPAD,” katanya.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: