Urgent! Pemkab Sumedang “Perhatikan” Wilayah Barat

Founder Tinewss.com

Dr. Asep D. Darmawan, Wakil Ketua ICMI Orda Sumedang

Sumedang, TiNewss.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang harus segera melakukan perubahan signifikan, terutama dalam keberpihakan pembangunan infrastruktur. Bukan hanya karena masalah hari ini, tetapi juga melakukan prediksi dimasa yang akan datang.

Belum tertatanya dengan baik Jatinangor saat ini, merupakan kelambatan kita dalam merencanakan kota. Sehingga karena telat melakukan perencanaan awal akan berbiaya mahal untuk menatanya.

Melihat kondisi kekinian, Jatinangor menjadi bagian wilayah barat Kabupaten Sumedang, selain Tanjungsari, Sukasari, Cimanggung dan Pamulihan. Solusi penanganannya, salah satunya adalah dengan melakukan pembangunan terintegrasi antar kecamatan tersebut, diantaranya dengan membangun jalan outer ring road (jalan lingkar) di Sumedang wilayah barat. Jalan lingkar tersebut menghubungkan lima kecamatan tadi.

“Selain jadi solusi atas masalah kesemrawutan Jatinangor, pembangunan infrastruktur jalan, akan memberikan sebaran pesatnya pembangunan dan tingginya pertumbuhan ekonomi Jatinangor, kepada kecamatan lain disekitarnya. Dengan jalan lingkar, akan terjadi pemerataan pembangunan dan perekonomian di Sumedang wilayah barat dari pesatnya Jatinangor saat ini,” ujar Wakil Ketua ICMI orda Sumedang, Dr. Asep D. Darmawan, kepada Tinewss.com, (22/09/2019)

Lebih lanjut, menurut Asdar (demikian biasa dipanggil), Jatinangor sebagai kawasan pendidikan kondisinya dinilai padat dengan berbagai aktivitas usaha barang dan jasa. Pesatnya pembangunan fasilitas dan sarana penunjang pendidikan di sejumlah kampus ternama, seperti ITB, UNPAD dan IPDN. Contohnya, kos-kosan, apartemen, restoran dan kafe, super market, sarana olah raga dan gedung perpustakaan. “Jatinangor overload,” jelas Asdar

Oleh karena itu, perlu sebaran beban dengan pemerataan ekonomi ke wilayah 4 kecamatan lainnya. “Salah satu pendukungnya dengan membangun jalan outer ring road di wilayah barat Sumedang,” tuturnya.

Menurut dia, pembangunan jalan lingkar tersebut, dengan menggunakan jalan kabupaten yang ada. Selain memperlebar ruas jalannya hingga 12 meter, misalnya, kualitasnya pun perlu ditingkatkan. Jika masih ada jalur jalan yang belum tersambung, pemda harus membangun jalan baru untuk menyambungkannya.

Kondisi saat ini, jalan kabupaten di Jatinangor yang dekat kampus ITB dan Unpad ke arah bumi perkemahan Kiarapayung, BGG (Bandung Giri Gahana) Golf dan gedung LAN (Lembaga Administrasi Negara), sebetulnya sudah tersambung ke wilayah Kec. Sukasari dan Tanjungsari. “Hanya saja, jalannya kecil. Jadi untuk membangun jalan lingkar, tinggal dilakukan pelebaran. Yang belum nyambung, dibangun lagi supaya nyambung,” ucapnya.

Jika jalan lingkar jadi dibangun, akan terjadi multiplayer effect pembangunan fisik dan pemerataan ekonomi di beberapa desa di 4 kecamatan tersebut. Kondisi itu, terutama di sepanjang jalan lingkar. Pembangunan kos-kosan mahasiswa tak lagi bertumpu di Jatinangor, melainkan akan bergeser ke wilayah Kec. Sukasari dan Tanjungsari. Berbagai sarana dan penunjangnya pun, dengan sendirinya akan dibangun di daerah itu. Restoran, rumah makan, kafe hingga tempat belanja, akan bermunculan di pedesaan di wilayah Sukasari dan Tanjungsari.

“Pembangunan berbagai fasilitas itu, menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat di pedesaan. Pengaruhnya perekonomian dan pendapatan mereka akan meningkat. Jadi, pesatnya pembangunan di Jatinangor akan merambah ke beberapa desa di 4 kecamatan lainnya, pengaruh jalan lingkar ini. Pemerataan pembangunan hingga perputaran uang akan terjadi di 5 kecamatan tersebut,” tuturnya.

Lebih jauh Asdar, yang penulis Opini HU Kompas dan Kompasiana menegaskan, bahwa Pemkab Sumedang bisa saja melengkapi jalan lingkar tersebut, dengan membangun fasilitas umum dan sosial (fasum dan fasos). Misalnya, membangun rumah sakit besar, sarana olah raga, masjid besar Jatinangor, pusat penelitian ilmu pengetahuan bahkan membangun perpustakaan standar internasional berbasis digital, seperti yang akan dilakukan IPDN. Jadi ketika mahasiswa membutuhkan referensi buku atau data lainnya dari luar negeri, tak usah juah-jauh pergi ke Perpustakaan Oxford University Inggris atau Leiden Belanda, cukup datang ke perpustakan Jatinangor saja.

“Jatinangor punya beberapa kampus ternama, ilmu pengetahuannya bisa dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan di Sumedang wilayah barat. Kantor pemerintahan Kecamatan Jatinangor pun harus secepatnya dipindahkan di sekitar jalan lingkar atau dekat Kiarapayung. Sebab, kondisinya sudah tidak dilayak berada di pusat kota. Sekalian dibangun Alun-alun, masjid besar dan fasilitas lainnya,” katanya. (Rauf Nuryama). ***